belajar untuk menulis, dan menulis untuk belajar..

Wednesday, October 6, 2010

waktu yang tak dapat terbeli

waktu adalah sesuatu yg tidak dapat kita beli, karena waktu tak pernah sedetik pun berhenti.. konon tidak ada kata 'sekarang', yang ada hanyalah masa lalu dan masa depan.. apa yg kita sebut 'sekarang' akan menjadi masa lalu beberapa detik kemudian.. kita dapat membeli apa saja asal ada kemampuan untuk membeli (baca:uang), tp apakah ada yg dapat membeli waktu? saya rasa tidak. banyak ilmuwan2 di luar yg mencoba membuat mesin waktu. mereka berharap manusia dapat kembali ke masa lalu. tujuannya apa, entah lah, mungkin ingin memperbaiki kesalahan2 sejarah. ya waktu adalah sejarah. kalau kita sedang mengingat masa2 indah dulu kita berharap ada mesin waktu yg bisa membawa kita ke peristiwa menyenangkan tersebut. dan bila kita sedang mengingat kesalahan2 di masa lalu kita pun berharap agar kita bisa kembali ke saat itu dan mencoba memperbaikinya.


susahnya jadi perempuan

Hari ini adalah hari yg melelahkan, hari dimana rutinitas menjadi makanan sehari-hari. Saya kebetulan kemarin membaca tulisan teman tentang sulitnya menjadi seorang ayah. Well, bisa dibayangkan memang ketika seseorang menjadi orangtua, tugasnya akan bertambah.
Tapi saya tentu bukan sedang ingin menyoroti tentang susahnya jd ayah, jauh lebih sulit menjadi seorang wanita. tiap bulan berjuta wanita di seluruh dunia mengalami kesakitan yg amat luar biasa. Yah, istilah kedokterannya sih Post Menstruate Syndrome (PMS).. Di saat sakit melanda, sungguh kata perempuan yg merasakan rasanya ingin bunuh diri saja saking sakitnya. Kadang ada jg yg mengatasi dgn minum kiranti atau feminax, tp tetap saja sakit itu tak dpt hilang..
dan itu harus dialami oleh seorang wanita tiap bulan.. ya, setiap bulan seorang wanita harus mengalami kesakitan yang luar biasa yang tidak akan pernah dialami oleh pria mana pun.

Thursday, September 16, 2010

ya sudah laah, jangan menyerah..

"apapun yang terjadi, ku kan selalu ada untukmu
jangan lah kau bersedih, everything's gonna be okay.."

penggalan bait lagu yang sedang populer ini menggelitik saya untuk menulis. ada kepasrahan sekaligus semangat dalam lirik lagu itu. saya ngga tahu siapa penciptanya, Bondan Prakoso atau Fade to Black, sepertinya sih mas Bondan yang buat lirik lagu tersebut.. tapi, ya sudah lah bukan itu yg saya maksud.. lagu ini menceritakan tentang seseorang yg sedang curhat kepada temannya, lalu dengan bijak temannya ini memberi semangat, ya sudah lah, semua orang pasti punya masalah, ngga usah kuatir, masih ada temanmu yang selalu mendukung.

dalam hidup ini kita memang selalu membutuhkan orang lain, tidak ada satu orang pun yang bisa hidup tanpa orang lain. itulah kenapa kita disebut mahluk sosial. kita butuh teman untuk sekadar curhat, meceritakan masalah yang kita hadapi, setidaknya meski teman tidak dapat membantu kita akan sedikit lega karena beban yang ada di dada lepas.
lirik lagu ya sudahlah ini cukup sederhana, tapi sungguh sarat makna. Bondan mungkin mendapat inspirasi dari realitas hidupnya sehari-hari, kalo ada masalah, ya sudahlah, biar bagaimana pun juga masalah akan terus ada dan harus dihadapi. ada sedikit kepasrahan, namun bukan berarti menyerah. banyak pakar motivasi bilang, kalo lagi ada masalah, lihat ke bawah, masih banyak orang yg memiliki masalah lebih dari kita. ga perlu takut menghadapi masalah, it's everything gonna be okay.. slow bae kata orang kulon..

setelah bilang ya sudahlah, ada baiknya kita tengok juga lirik lagu d'masiv 'jangan menyerah'

"tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yg telah terjadi.."

lagu yang begitu menginspirasi banyak orang, sering juga dipakai untuk orang-orang yg kurang sempurna, dan menjadi lagu wajib untuk MLM menyemangati membernya.
lagu ini mungkin benar-benar membuat semangat kita semua ketika sedang mengalami musibah. saya pun setiap mendengar lagu ini agak menitikkan air mata meski malu-malu (gengsi doong, hehe). terharu, sedih, dan termotivasi mendengar lagu ini. Rian, vokalis sekaligus pencipta lagu ini dengan cerdas membuat lirik yg sederhana, yang dekat dengan realita kita sehari-hari..

mungkin dua lagu ini yg sekarang bisa saya jadikan acuan untuk kita tetap semangat menghadapi hidup. menghadapi tantangan jaman. kita ngga pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, untuk itu marilah kita semua mempersiapkan masa depan dari sekarang sebelum terlambat, sebelum masalah hidup semakin banyak. dan apabila akhirnya kita terkena masalah, ya sudahlah jangan menyerah..

kuman diseberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.

mungkin peribahasa ini terasa pas dengan realitas yg terjadi di antara kita, atau setidak-tidaknya untuk saya pribadi. terkadang kita asyik memikirkan kejelekan orang lain, sampai-sampai kita lupa bahwa kita pun memiliki keburukan yang mungkin tidak kita sadari. sebelum tulisan ini saya buat, mungkin teman-teman yg 'rajin' mengikuti status update saya sering menemukan status saya yang mengkritik pemerintah, mengeluhkan pelayanan publik yang buruk, menyindir atau bahkan menghujat sekelompok orang yang sedang menindas kelompok lain, dan masih banyak lagi.
yah betul, saat itu saya diliputi rasa sebal luar biasa terhadap realita yg terjadi di negeri ini. banyak keluhan dan kekurangan yg tidak ada habisnya dibahas, mulai dari infrastruktur yang kurang memadai, fasilitas umum yang amburadul, pelayanan publik yang jauh dari memuaskan, atau mungkin banyaknya korupsi yang terjadi, atau mungkin juga kesal dengan tingkah anggota DPR yang mungkin kebanyakan tidak memikirkan rakyat yang memilihnya.

lantas, suatu hari saya bertemu dengan sahabat saya. dengan kata-kata yg tidak berkesan sok tahu dia memberi wejangan-wejangan yang membuat saya berpikir ulang tentang diri saya sendiri. betapa naifnya saya, merasa percaya diri membuat status yang provokatif dan mungkin bisa membuat orang lain tersinggung. sahabat saya ini dengan jujur bilang kalau saya ini terlalu naif, lantas dia uraikan secara gamblang kekurangan-kekurangan saya. hmm, mulanya saya tak terima dikritik seperti itu, namun setelah dipikir-pikir, apa yang dikatakan sahabat saya itu banyak benarnya.


kemarin juga saya terinspirasi dengan status sahabat saya kang Dody Mawardi a.k.a Penulis Kreatif, yang mengatakan "Capek juga mendengar, melihat, masyarakat mencerca pemimpin dan aparatur. Padahal, mereka berasal dari masyakarat (kita sendiri). Masyarakat yang berkualitas tidak mungkin (sulit) menghasilkan pemimpin atau aparat yang buruk. Hanya masyarakat yang buruk, yang paling besar peluangnya menghasilkan pemimpin dan aparat buruk. Introspeksi lebih baik bukan?!". 
dalam status tersebut mungkin Kang Dody ingin kita belajar introspeksi diri. kita ini terlanjur menjadi masyarakat frustasi, menyesal dengan keadaan tapi tak mampu mencoba memperbaikinya dengan dimulai dari diri sendiri. kita asyik mengkritik orang lain padahal kita sendiri banyak kekurangannya.

boleh saja mengkritik, bahkan saya pun sampai detik ini kadang masih suka 'nyentil', tapi mesti proporsional dan hati-hati dalam merangkai kata-kata. tidak semua orang memahami apa yang kita sampaikan, alih-alih ingin mengkritik, yang ada malah menjadi  debat kusir yang berujung kesalahpahaman. dulu saya pun sering debat kusir hanya karena status saya yang dinilai 'aneh'. apa yang terjadi? saya jadi 'bete', lawan debat kusirnya apalagi, dan itu sunggu tidak mengenakan. tapi ketika saya membuat status yang 'adem' banyak sekali komentar yang bagus dan akhirnya membuat hati saya begitu damai.

yang ingin saya bagikan di sini adalah pentingnya introspeksi diri. cari teman yang mau mengkritik dan memberi masukan yang konstruktif. setiap kita ini adalah individu sosial, yang selalu dilihat oleh orang lain. kalau ingin hidup kita nyaman, jadilah orang yang baik, tapi bukan pura-pura baik. seperti lagunya kerispatih, kejujuran hati. jujur lah pada diri sendiri, maka kamu akan jujur pula pada orang lain.









menyebarkan virus positivity.. berfikir dan bertindaklah secara positif..

Segala Puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Sadar gak sadar, ada satu hal yang dapat menyebabkan hidup kita menjadi tidak bahagia, yaitu sering nya diri kita berfikir negatif. Semua hal dapat menjadi rumit jika kita selalu memikirkan sisi negatif dari segalanya. Pikiran-pikiran negatif dan kata-kata negatif yang kita keluarkan juga kita dengarkan secara tidak langsung dapat membuat hati ini juga menjadi negatif. Hal ini yang menyebabkan mengapa kita dilarang mempunyai prasangka negatif dalam ajaran islam. Memang susah untuk dapat hidup dengan selalu berfikiran positif, karena banyak sekali godaan baik dari diri kita sendiri maupun dari musuh kita syaitan yang sering membisikan hal-hal yang negatif. Hal-hal ini dapat menjadikan hati kita menjadi kotor, sedikit-demi sedikit kita menjadikan diri kita menjadi orang yang pesimis dalam hidup.

Sang Pencerah, sekali lagi karya Hanung yang mencerahkan

inilah film Indonesia terbaik sepanjang tahun 2010 menurut saya. tahun ini kebanyakan film Indonesia didominasi film-film horor dan yang berbau seks dan kurang bermutu. syukurlah masih ada Hanung yang dengan apik membuat film tentang perjalanan hidup pendiri organisasi Muhammadiyah, H. Ahmad Dahlan. film ini benar-benar membuat saya menangis dan merinding karena ceritanya yang begitu mengena.
Sang Pencerah bercerita tentang perjalanan Darwis (diperankan Ihsan Taroreh a.k.a Ihsan Idol) yang ketika itu masih 15 tahun, namun diam-diam menggugat syariat ilam yang 'nyeleneh' (bid'ah), yakni ketika masyarakat yang harus membarikan sesejen dan setiap warga harus tunduk kepada perintah Kyai Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo).

Friday, September 10, 2010

belajar mengembangkan diri melalui kekuatan pikiran

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti. Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.